Trash Talking [45]
Yoongi berdiri di tepi jalan berbahan batu bata itu sembari mengamati Jimin dari jauh. Entah apa yang dilakukannya. Mengamati seseorang secara diam-diam, seperti penguntit.
Hello!
Yoongi berdiri di tepi jalan berbahan batu bata itu sembari mengamati Jimin dari jauh. Entah apa yang dilakukannya. Mengamati seseorang secara diam-diam, seperti penguntit.
Kafetaria di hari itu tampak sepi. Memang kebanyakan karyawan yang ada di kantor memilih untuk makan di restoran di luar, namun Yoongi yang merasa malas untuk keluar gedung pun memutuskan untuk turun ke bawah ke arah kafetaria.
Yoongi kembali menyeruput teh beraroma leci yang di sajikan oleh Jimin. Gelas ketiga, dengan teh yang sama jenisnya.
Yoongi berdiri di depan stand yang menyajikan odeng itu sembari memasukkan tangannya ke dalam kantung celana. Ia lanjut mengambil setusuk odeng lainnya ketika sudah menghabiskan satu tusuk lainnya.
Angin pada malam itu cukup kencang. Dibuat menggigil tubuh orang-orang di jalan yang pergi tanpa menggunakan jaket atau baju tebal berlengan panjang. Ya, seperti biasa, hari-hari ketika Jakarta dilanda musim hujan.
Yoongi menyandarkan punggungnya ke kursi kantor. Matanya kembali menatap kearah tugas kantor yang masih menggunung di meja kerjanya dengan malas.
Total sudah seminggu tidak pernah bertemu atau pun saling menghubungi benar-benar membuat Yoongi diambang batas gila. Tentu ikut merasa bodoh karena di hari itu dirinya juga membentak 'mantan' kekasihnya itu. Ah, mantan, rasanya ia tidak pernah menganggap hubungan mereka benar-benar putus, tidak sanggup rasanya.
Sudah memasuki minggu kedua di bulan April yang berarti hubungan Yoongi dan Jimin sudah hampir memasuki umur delapan bulan. Bukannya semakin dekat antara satu sama lain, Jimin malah merasa jika Yoongi sedang menjauh serta tengah merahasiakan sesuatu di belakangnya. Entah apa itu.
Yoongi menyanggupi permintaan Jimin untuk cuddle bersama. Selain kekasihnya yang ingin, ia pun jujur rindu dengan aroma manis yang Jimin punya. Apalagi setelah seharian bekerja, tubuh yang letih tentu perlu energi tambahan.
Yoongi menyelonjorkan kakinya dan menyamankan duduknya diatas alas berbahan kain tipis itu. Kain yang diberikan oleh Eunyong untuk dipakai mereka berdua ketika di pantai. Bahkan wanita itu dengan repotnya juga menyiapkan beberapa bekal untuk mereka makan bersama.