Yourjiminie

Hello!

Keluarga Jimin merupakan keluarga yang hangat. Terbilang sangatlah hangat. Yoongi mengakui jika keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu beserta satu anak itu adalah keluarga yang menyukai afeksi.

Read more...

Yoongi mematikan mesin mobilnya ketika mereka sudah sampai di salah satu pantai Busan. Kembali ia melihat kearah Jimin, namun dirinya hanya menemukan wajah datar yang ditunjukkan oleh bocah itu.

Read more...

Kedua insan itu duduk berhadapan tanpa membuka mulut. Yang satu sibuk memainkan beberapa kunci nada dengan gitarnya, sementara yang lainnya fokus mendengarkan melodi indah yang keluar.

Read more...

Setelah menghabiskan berbagai macam jajanan yang dibeli Yoongi, Jimin merebahkan tubuhnya diatas sofa. Dengan perlahan ia memainkan selimut putih yang membungkus tubuhnya.

Read more...

Malam ini terasa seperti malam-malam biasanya. Jam delapan orang kantoran mampir membeli soju, jam sepuluh anak sekolahan yang baru pulang dari jam tambahan belajar mampir membeli makanan ringan, dan memasuki jam sebelas jalanan mulai sepi.

Read more...

Jakarta, di malam hari. Dengan gedung-gedung tinggi yang dihiasi sinar cerah di bagian luarnya, tampak meriah bagi siapa pun yang melihatnya untuk pertama kali.

Read more...

Yoongi menertawakan dirinya sendiri yang masih terjebak dengan ingatan beberapa tahun yang lalu itu. Ingatan yang memang sulit untuk dilupakan.

Read more...

Sejak saat itu intensitas pertemuan Yoongi dan Jimin meningkat. Terkadang menghabiskan waktu bersama setelah pulang kuliah, terkadang menghabiskan waktu bersama di kantin rumah sakit, mau pun bertemu secara sengaja hanya untuk jalan-jalan mengitari Hongdae.

Read more...

Hidup di keluarga yang serba kekurangan membuat Yoongi sudah susah dari dulu. Telah merasakan betapa pahitnya dunia sejak ia kecil telah membuatnya mengerti jika dunia tidaklah sebaik itu.

Read more...

Yoongi berlari di lorong rumah sakit itu dengan tergesa. Dadanya naik turun dengan napas yang menghembus tidak stabil. Tangan kanannya menenteng tas laptop, beserta tangan kiri yang membawa kertas-kertas tugas kuliahnya. Jantungnya berdetak begitu cepat begitu pun kakinya bergerak memacu kecepatan yang terus bertambah setiap sekonnya.

Read more...