Tiny Minnie Sequel [27]
Sudah memasuki minggu kedua di bulan April yang berarti hubungan Yoongi dan Jimin sudah hampir memasuki umur delapan bulan. Bukannya semakin dekat antara satu sama lain, Jimin malah merasa jika Yoongi sedang menjauh serta tengah merahasiakan sesuatu di belakangnya. Entah apa itu.
Terkadang pria itu dengan cepat menyembunyikan sesuatu, bertemu seseorang di belakangnya, dan membicarakan hal-hal yang Jimin tidak mengerti bersama Namjoon. Mungkin bagi orang lain Jimin terlihat berlebihan, namun rasanya gerak-gerik Yoongi patut dicurigai.
Ia takut, jika Yoongi ternyata sudah bosan dengan hubungan mereka sekarang. Ia takut, merasa ditinggalkan oleh seseorang yang ia cintai sedari dulu.
“Kak, aku masuk ya.”
Setelah Jimin mengetuk pintu dan meminta izin, lelaki itu masuk ke dalam studio milik Yoongi. Bahkan kini matanya melihat jika Yoongi sedang sibuk menyembunyikan sesuatu.
Ia lelah.
“Apalagi yang kamu sembunyikan dari aku?”
“Kamu kok gak ketuk pintu dulu, sih?”
Dibandingkan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Jimin, Yoongi malah melemparkan pertanyaan lainnya. Sontak membuat perempatan imajiner terbentuk di dahi halus Jimin.
Total bingung dengan apa yang dimaksud oleh kekasihnya itu. Entah karena ia yang terbawa emosi atau karena kelelahan, Jimin berdecak pelan.
Salah satu hal yang sangat Jimin hindari ketika berbincang dengan Yoongi. Karena pria itu amat benci ketika Jimin melakukan itu.
“Aku udah, apa kamu yang gak dengar karena lagi lakuin sesuatu?”
“Aku—”
“Apa? Selingkuh? Bahkan kita belum satu tahun lho, kak.”
Api dibalas api. Tatapan Yoongi menajam ketika kata 'selingkuh' terucap dari bibir lelaki itu. Total tidak percaya dengan apa yang baru saja Jimin katakan kepadanya.
Kedua insan itu diselimuti oleh atmosfir penuh ketegangan. Tatapan sengit dibalas tatapan tajam lainnya.
Dengan perlahan Yoongi bangkit dari duduknya, berjalan mendekati Jimin. Lelaki itu yang belum pernah melihat Yoongi dalam keadaan sedang dipenuhi emosi pun bergerak mundur dengan tatapan takut. Sampai-sampai punggungnya menabrak pintu studio telak terkunci dengan Yoongi yang menatapnya semakin datar.
“Coba, ulangi. Aku apa?”
Suara berat itu ditekan kuat menahan emosi. Bahkan terlihat sekali Yoongi mengepalkan tangannya untuk meredam amarahnya.
“Aku selingkuh? Apa kamu yang ternyata selingkuh?”
“Aku—”
“Jawab, Park. Kamu pikir aku gak tau rumor kamu sama para model itu?”
“Itu rumor!”
“Kalau gitu darimana kamu bisa menarik kesimpulan aku selingkuh?”
Nada bicara Yoongi naik satu oktaf. Tatapannya dialihkan kearah lain asal tidak menatap Jimin. Sungguh, mata berair lelaki itu membuatnya merasa bersalah.
Dengan perlahan, Yoongi membuka pintu studionya. Meminta Jimin untuk keluar dari sana secara tidak langsung.
“Keluar, Park Jimin.”
Pria itu kembali berucap ketika Jimin tak kunjung bergerak dari tempat awalnya berdiri. Si lelaki hanya mengusap air matanya yang turun, sebelum keluar dari sana dan pergi meninggalkan Yoongi.
Setelah Jimin keluar pun Yoongi bersandar di balik pintu itu sembari mengusap wajahnya frustrasi. Untuk pertama kalinya ia menyakiti hati kekasih kecilnya itu, dan sungguh kini dirinya dipenuhi rasa penyesalan.[]