Yourjiminie

Hello!

“Capek, ya?”

Not at all. Memangnya, capek kenapa?” jawab Yoongi dengan cepat. Pria itu memandangi sosok laki-laki yang saat ini ada di depannya dengan tatapan penuh rasa bingung.

Read more...

Jimin kembali menertawakan dirinya saat ia mendapati kakinya kembali melangkah di sepanjang trotoar menuju rumah Yoongi. Trotoar yang ia hafal betul, entah karena kejadian kemarin yang menyesakkan hati, atau karena kunjungan pertama kalinya yang sangat mengesankan.

Read more...

Hari yang menyebalkan. Justru beruntung dirinya diajak Mina untuk datang ke pameran seni kali ini. Memang terkadang kepalanya yang terasa sangat penuh ini butuh sekali untuk menikmati sedikit hiburan, dibanding harus memikirkan hal-hal yang sama setiap menitnya.

Read more...

“Kok lo makan cimol sendiri, sih?” tanya Yoongi saat motor yang mereka kendarai berhenti saat di lampu merah.

Read more...

Jimin mengeluarkan kepalanya dari jendela kamarnya saat ia mendengar namanya dipanggil samar dari luar sana. Bukan Yoongi dengan tangga yang dipinjam dari tetangga seperti saat itu, tetapi tetap kali ini yang memanggilnya adalah Yoongi.

Read more...

“Tas lo taruh aja di atas meja gue,” ucap Yoongi seraya menggantung jaketnya pada hanger yang ada di dalam lemari. Ia memperhatikan kekasihnya itu dengan yakin, baru selanjutnya membuka pintu kamar bermaksud untuk keluar dari ruangan itu. Ya, jika saja tangannya tidak ditahan oleh lelaki itu.

Read more...

“Pake mi bihun sama mi kuning,” ucap Jimin sembari menahan pergerakan Yoongi yang baru saja ingin beranjak dari meja mereka. Tangannya meremat ujung kemeja putih yang Yoongi pakai, sementara wajahnya menunduk malu. “Favorit gue. Gue gak mau makan kalo lo salah pesennya.”

Read more...

Ruang keluarga di rumah Jimin pada pagi itu malah terasa sepi sekali semenjak kedatangan satu tamu—yang tentunya sudah tidak terlalu asing—dari luar. Entah apa yang menyebabkan suasananya terasa kaku seperti itu, yang pastinya Jimin dan Yoongi adalah salah satu dalang dari penyebabnya hal itu terjadi.

Read more...

Suara samar dari mesin penyeduh kopi yang ada di pojok ruangan menjadi penengah di antara ketegangan yang ada di dalam ruangan itu. Hari ini juga, hari yang sama dengan hari di mana salah satu sumber informasi mengungkapkan semua yang terjadi di dalam tim, mereka akhirnya dapat menginterogasi salah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan kematian Lim Youngchan.

Read more...

“Kamu masih belum pulang juga?” Suara berat milik Yoongi menggema di dalam ruangan itu. Hoseok yang tengah melahap mi instannya pun sedikit mendongakkan kepalanya sebelum menggeleng pelan, memaklumi perselisihan yang kembali terjadi di antara anggota mereka.

Read more...