Yourjiminie

Hello!

Jam dua pagi Yoongi pulang ke kost-an dengan keadaan berantakan. Bau rokok yang pekat menguar dari bajunya, entah sudah habis berapa batang yang dibakar oleh pria itu.

Read more...

Tas kerja yang dibalut dengan kain berwarna hitam itu diletakkan begitu saja di atas sofa berbahan bludru yang berdiri kokoh di ruang tamu Jimin. Kembali lagi dirinya ke dalam unit apartemen yang dulu juga pernah ia datangi.

Read more...

Laju motor itu semakin melambat dikarenakan Jimin sendiri yang meminta sang pengemudi ojek online itu untuk memelankan laju motornya. Matanya dengan tajam meneliti berbagai sisi dari komplek perumahan yang bisa dibilang elit itu dengan cermat.

Read more...

Pagi yang ramai seperti biasa di tengah-tengah kota metropolitan Jakarta yang padat. Jimin keluar dari rumah itu dengan raut datar yang terlihat malas. Bahkan tangannya dengan lemas menenteng tas ransel abu-abu yang selalu ia pakai untuk kuliah.

Read more...

Aroma kopi yang khas menguar dari dalam cafe itu. Hiasan natal memenuhi seisi toko itu ikut meramaikan hari yang dirayakan setahun sekali di tengah musim dingin.

Read more...

Siang hari yang sendu dengan gumpalan awan gelap yang menghiasi langit. Kanvas biru itu semakin berubah warnanya dengan semakin lamanya waktu yang ia tempuh di jalan.

Read more...

Jimin menekan password salah satu unit apartemen itu dengan susah payah. Ia tetap berusaha menahan agar tubuh sang mantan kekasih tidak terjatuh ke bawah menghantam lantai yang dingin.

Read more...

“Sudah berapa kali saya bilang, surat dengan alamat tidak jelas seperti ini tidak bisa dikirimkan, Yoongi-ssi. Lihat, bahkan saya sampai hafal nama kamu karena terlalu sering seperti ini.”

Read more...

“Min Yoongi-ssi, silakan masuk ke dalam ruangan direktur Park.”

Read more...

Suasana ramai memasuki indra pendengarannya ketika memasuki salah satu bar ternama di Seoul itu. Jika bukan karena dibayari dan diundang oleh panitia reuni sekolahnya saat menengah atas, tentu dirinya tidak akan datang kesini.

Read more...