Yourjiminie

Hello!

“Oh? kenapa, kak?” tanya Jimin sembari meletakkan kameranya di atas meja secara hati-hati saat mendengar pria di depannya ini membanting ponselnya ke atas meja. Senyum tipis hadir di wajahnya saat Namjoon hanya membalas dengan anggukan seadanya yang menunjukkan tidak ada apa-apa dengan pria itu. “Nanti ponselnya rusak kan repot, kak. Harus mengurusi ini itu, apalagi kamu artis yang berarti banyak kontak-kontak penting di dalamnya.”

Read more...

“Udah, sih. Fokus aja sama makanan lo,” omel Jimin sembari tetap memasukkan potongan siomay ke dalam mulutnya. Perempatan imajiner semakin nampak jelas saat Taehyung terang-terangan masih menatapinya dengan raut penuh rasa penasaran.

Read more...

Semilir angin membelai helaian rambutnya dengan lembut. Kelopak matanya menutup sayu sebab menahan rasa kantuk yang mulai menguasai dirinya. Jimin, di sana, duduk dengan nyaman di atas saung yang kosong sembari menikmati suasana sepi yang akhir-akhir ini sering kali menemani kesehariannya.

Read more...

Jimin duduk diam di sebelah Yoongi sembari tetap berpikir keras mengenani kehebatan seorang Min Yoongi yang tentu masih membuatnya terkejut setengah mati. Bagaimana tidak? Pria itu menghilang selama beberapa hari, kemudian muncul secara tiba-tiba dengan sebuah bukti yang mungkin saja dapat mengantar mereka pada kebenaran sebenarnya dari kasus pemain baseball Lim Youngchan.

Read more...

Setelah berhasil meloloskan diri dari acara keramat yang sedang dilangsungkan saat ini di lapangan sekolah, Jimin pun lanjut menyembunyikan dirinya di dalam satu kelas yang berada di lantai dua. 12 MIPA satu, merupakan salah satu kelas yang dirumorkan menjadi tempat segala aktivitas paranormal terjadi.

Read more...

“Kak—”

“Gue suka sama lo, Ji. Gue sayang sama lo,” ucap pria di seberang meja. Suara yang biasanya terdengar selembut kapas saat mengajari dance, suara manis yang terdengar saat pria itu ingin memperhatikan kesehatan dirinya, kini terdengar begitu putus asa. “Gue gak pernah bohong, tentang semua yang gue bilang di chat itu.”

Read more...

Suara pintu yang dibuka dari luar membuat Yoongi mengalihkan tatapannya dari sang tersangka. Matanya mengikuti ke mana arah Jimin melangkah sebelum lelaki itu duduk tepat di sampingnya.

Read more...

Minggu yang terasa kosong dan hampa Jimin lewati tanpa sedikit pun rasa semangat. Setelah Yoongi memutuskan hubungan mereka secara sepihak melalui pesan singkat, dirinya dan pria itu tidak lagi saling menghubungi satu sama lain.

Read more...

Suara tawa dan obrolan sehalus angin mengikuti seiring langkah kaki mereka yang berjalan berdampingan. Jimin yang tertawa karena candaan yang dilontarkan Yoongi, sementara yang lebih tua terus-terusan berbicara guna menemani malam yang terasa sepi itu.

Read more...

Suara langkah kaki yang begitu berisik, suara obrolan beberapa orang dari topik yang ringan sampai berat, hingga suara gelak tawa dari para mahasiswa memenuhi seisi kantin itu.

Read more...