PDKT Class [27]

Setelah berhasil meloloskan diri dari acara keramat yang sedang dilangsungkan saat ini di lapangan sekolah, Jimin pun lanjut menyembunyikan dirinya di dalam satu kelas yang berada di lantai dua. 12 MIPA satu, merupakan salah satu kelas yang dirumorkan menjadi tempat segala aktivitas paranormal terjadi.

Entah dari mana datangnya rumor itu. Yang pastinya, semua sekolah tentu pernah mempunyai legenda yang diucapkan dari mulut ke mulut entah benar atau tidak.

“Permisi,” ucap Jimin pelan. Suaranya terdengar semakin kecil dan samar. Entah karena suara sorak sorai yang ada di lapangan terdengar lebih keras, atau karena bibirnya yang gemetar hebat sebab rasa takut mulai memenuhi jiwa raganya.

Pada dasarnya, dia adalah orang yang berani, dengan apa pun itu. Namun, tidak untuk makhluk tak kasat mata, sebelum bertemu saja dirinya sudah angkat tangan duluan.

Samar-samar indra pendengarannya menangkap sebuah suara khas yang sering disematkan di dalam video meme. Suara saat scene menunjukkan tulisan Robert B. Weide, bahkan saat kakinya melangkah semakin masuk ke dalam kelas, ia sempat mendengar tawa rendah yang terdengar begitu jauh.

Masa iya? Setelah dirinya berhasil melarikan diri dari kejaran anggota kelasnya, haruskah ia berurusan dengan makhluk astral?

“Halo? Siapa, ya?” Jimin semakin masuk ke dalam kelas sebab rasa penasaran juga memenuhi sudut hatinya yang bergemuruh hebat. Tangannya bertumpu pada meja kayu yang terbaris rapi di sana, sementara suara dari hentakan sepatu warrior hitam miliknya hampir hilang terbawa angin yang berembus pelan di dalam sana saking begitu hati-hatinya lelaki itu dalam menginjakkan langkahnya.

Setelahnya pun adegan berjalan begitu cepat. Bahkan Jimin yang tadinya ingin mengeluarkan teriakan kencang kini diredam begitu saja dengan telapak tangan seseorang di belakangnya.

Ia dibekap hantu? Jelas yang tadi ia lihat itu hantu, kan? Wajah pucat yang terpaku pada layar ponsel, tubuh kurus yang terbalut seragam putih abu-abu.

“Lo diem, jangan teriak. Mau dikejar komdis sama panitia acara?”[]