Cliche [171]
“Oh? kenapa, kak?” tanya Jimin sembari meletakkan kameranya di atas meja secara hati-hati saat mendengar pria di depannya ini membanting ponselnya ke atas meja. Senyum tipis hadir di wajahnya saat Namjoon hanya membalas dengan anggukan seadanya yang menunjukkan tidak ada apa-apa dengan pria itu. “Nanti ponselnya rusak kan repot, kak. Harus mengurusi ini itu, apalagi kamu artis yang berarti banyak kontak-kontak penting di dalamnya.”
“Sudah sering ganti ponsel dan nomor juga, kok. Lagipula bantingan sekecil itu gak bisa seketika membuat ponselku rusak.” Namjoon menjawab Jimin dengan tenang sembari lanjut meneguk iced americano yang ia pesan.
Dagunya ditopang dengan tangan kanan, sementara tatapan matanya terus terpaku pada wajah manis dan rupawan milik lelaki di depannya ini. Membuat konten dengan seorang youtuber tentu bukanlah suatu hal yang biasa ia lakukan.
Apalagi bisa dibilang jika konten Jimin bukanlah konten yang sama dengan pekerjaan yang tengah ia geluti saat ini. Bahkan terkadang karena reputasinya sebagai artis yang tengah berada di atas, ia harus memilih-milih mana orang yang akan ia ajak untuk bekerja sama, dan mana orang yang harus ia hindari.
Namun, entahlah. Bahkan hari ini ia melewatkan jadwal latihan kardio yang biasa ia lakukan setiap akhir pekan. Hanya demi meluangkan waktu membantu Jimin dengan kontennya.
Padahal awalnya ia hanya ingin memanas-manasi Yoongi, tetapi kini dirinya malah jatuh ke dalam pesona laki-laki itu lebih dalam lagi.
“Kamu sama Yoongi.” Namjoon menjeda ucapannya, membuat Jimin terduduk kaku sembari menanti kelanjutan dari kalimat yang ingin diucapkan oleh lawan bicaranya. “Kalian dekat, ya?”
Tidak ada jawaban. Melainkan hanya permukaan kulit pada bagian wajah Jimin yang semakin berubah merah merona setelah Namjoon menyelesaikan ucapannya.
Sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka berdua?[]