The Case [104]

Jimin duduk diam di sebelah Yoongi sembari tetap berpikir keras mengenani kehebatan seorang Min Yoongi yang tentu masih membuatnya terkejut setengah mati. Bagaimana tidak? Pria itu menghilang selama beberapa hari, kemudian muncul secara tiba-tiba dengan sebuah bukti yang mungkin saja dapat mengantar mereka pada kebenaran sebenarnya dari kasus pemain baseball Lim Youngchan.

Seperti biasa, Yoongi sedikit mengulur waktu dengan berpura-pura sibuk memperhatikan kembali beberapa dokumen yang ia bawa. Sementara Jimin langsung menyalakan kamera dan mic yang ada di ruang interogasi setelah pria itu memberi beberapa kode kepadanya.

Hari ini, interogasi ketiga, tersangka pertama yang mereka bawa ke dalam kasus ini. Yoo Heerim, kekasih dari korban.

“Saya bukan pelaku,” ucap Heerim dengan nada malas. Punggungnya berbenturan dengan punggung kursi, sebelum ia kembali duduk dengan tegap saat Yoongi menyusun beberapa lembar foto di atas meja. Mata wanita itu membola lebar, serta bibirnya bergetar tanda jika ia sedang merasa panik.

Jimin tahu, jika kali ini tindakan Yoongi begitu tepat sasaran. Bahkan tanpa bertanya hal apa pun terlebih dahulu pada wanita ini.

Begitulah, cara kerja dari partnernya ini. Diam bergerak seperti ular yang berbisa. Menyeramkan, sekaligus keren untuk dijadikan sebagai bahan ajaran guna meningkatkan performa kerjanya nanti.

Bahkan ia bisa mendengar suara teman timnya yang berdecak kagum dari ruangan sebelah. Memang Yoongi semengagumkan itu.

“Seorang pengunjung pada hari itu melakukan foto grup di depan stadion. Lihat objek kecil ini?” Yoongi berucap tenang sembari menunjuk ke arah foto hingga ikut membuat dirinya tenggelam dalam rasa penasaran. “Wanita ini memakai baju yang sama, dengan baju Anda di hari itu. Bisa dibuktikan dengan rekaman CCTV pada pintu keluar apartemen Anda.”

”... Tuan-tuan yang terhormat, selembar kain itu tidak dibuat spesial hanya untuk satu orang saja. Apalagi untuk orang seperti saya.”

Berbeda dengan ekspresi Jimin yang terlihat tegang, Yoongi malah terlihat begitu tenang sembari mengeluarkan plastik yang biasa mereka gunakan untuk menyimpan barang bukti. Senyum sinis pria itu semakin mengembang saat melihat Heerim menggertakkan giginya gugup.

Helaan napas dikeluarkan oleh Yoongi, sebelum pria itu melipat lengannya di atas meja. Matanya menatap lurus kepada tersangka, sebelum mengucapkan kalimat final yang begitu mengejutkan bagi Jimin.

“Saya yakin sekali jika Anda tahu bubuk apa ini. Karena kami menemukan sidik jari Anda pada bagian luar pembungkusnya,” jelas Yoongi secara perlahan. Kembali pria itu mengeluarkan barang bukti lainnya yang berupa botol air mineral kosong yang sudah remuk dan menyodorkannya pada wanita di depan mereka. “Yoo Heerim, sidik jari Anda dan Lim Youngchan ditemukan pada bagian luar botol ini. Yang tepat berada di depan pintu masuk ke TKP.”[]