Hatsukoi [256]

“Kak—”

“Gue suka sama lo, Ji. Gue sayang sama lo,” ucap pria di seberang meja. Suara yang biasanya terdengar selembut kapas saat mengajari dance, suara manis yang terdengar saat pria itu ingin memperhatikan kesehatan dirinya, kini terdengar begitu putus asa. “Gue gak pernah bohong, tentang semua yang gue bilang di chat itu.”

Jimin menghela napasnya berat. Berurusan dengan salah satu teman dekatnya, memang memberatkan hatinya.

Ketika figur seseorang yang ia hormati, kini mengecewakan dirinya dengan sesuatu yang begitu fatal baginya. Tentu, Jimin kecewa berat saat mengetahui jika Hoseok lah selama ini yang turut andil di dalam alasan kenapa hubungannya dengan Yoongi bisa merenggang.

Hoseok, adalah seseorang di balik akun 'ghtjr' yang selama ini menganggu Jimin.

“Lo emang gak bohong, kak. Lo gak bohong, tapi lo buat gue kecewa.”

“Lo gak tau, Ji. Gimana sakitnya waktu gue sayang sama orang, waktu gue suka sama orang, waktu gue cinta sama orang, tapi mereka selalu jatuh ke Yoongi.” Suara berat pria itu sedikit bergetar, menahan emosi yang Jimin yakini sudah dipendam begitu lamanya oleh Hoseok. “Kak Seokjin, lo. Gue kapan bahagianya, Ji?”

“Tapi gak dengan cara ini, kak. Lo tau, kalo lo gak boleh lakuin hal itu.”

“Iya gue tau! Lantas gue bisa apa? Nyerah lagi? Jadi pengecut lagi?!”

“Lo—tolol. ” Jimin memukul meja yang berada di antara mereka dengan pelan. Rahangnya mengeras, sementara matanya bersinar penuh emosi yang bercampur di dalamnya. “Tolong lo pikirin lagi perbuatan lo, kak. Gue harap lo bisa nemu orang yang lebih baik dari gue, yang gak buat lo jadi jahat kayak gini.”

Dengan tergesa, Jimin segera beranjak dari posisinya. Ia melangkahkan kakinya dengan cepat untuk keluar dari cafe, meninggalkan Hoseok sendirian di dalam sana.

Meninggalkan Hoseok yang terdiam seribu kata dengan ditemani rasa penyesalan yang teramat sangat dalam.[]