Hatsukoi [207]

Suara langkah kaki yang begitu berisik, suara obrolan beberapa orang dari topik yang ringan sampai berat, hingga suara gelak tawa dari para mahasiswa memenuhi seisi kantin itu.

Kalau kamu berkunjung ke tempat ini pasti menyadari bahwa di sini merupakan salah satu tempat paling berisik dan paling sibuk yang ada di kampus. Biasanya orang-orang membaur di sana dengan berbagai bahasan. Entah mengenai tugas ataupun hanya percakapan ringan tentang kegiatan sehari-hari.

Yoongi menyunggingkan senyum tipis saat hampir semua orang yang berada di tempat itu menyapa Jimin. Ia tidak tahu jika ternyata si lelaki di sebelahnya ini begitu populer di kalangan para mahasiswa.

Ya memang, siapa sih yang bisa menolak pesona seorang Park Jimin? Bahkan dirinya yang seperti ini telak jatuh sepenuhnya pada lelaki itu.

“Lo famous juga, ya.”

“Ucap seseorang yang menjadi bassist di dalam salah satu band yang dipuja satu kampus.” Jimin berucap malas sekaligus mengembalikan godaan yang Yoongi lontarkan padanya.

Ayolah, mereka tidak mungkin tidak tahu seorang Min Yoongi. Seorang bassist hebat, multitalenta, dan tampan.

Sementara dirinya.. hanya mahasiswa biasa yang tidak terlalu mencolok.

Dibanding teman-temannya yang lain, Jimin tampak seperti seseorang yang hidup di dunia abu-abu. Dirinya seolah terpisah dari mereka semua.

Seolah tidak cocok untuk berada di tempatnya saat ini.

Apalagi dengan Yoongi yang akhirnya membalas perasaan yang telah ia pendam begitu lama dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Hidupnya tampak seperti mimpi.

“Wah gila kak, nada lo enak banget. Kenapa gak rilis di platform berbayar aja, sih? Ji, Jimin! Liat deh.” Jungkook menarik lengan baju temannya itu untuk semakin mendekat ke arah laptop Yoongi.

Matanya bergerak ke sana kemari melihat susunan nada yang Yoongi buat, sembari memuji diam di dalam hati perihal betapa pintar pria itu dalam membuat sebuah musik. Memang, kecintaan Yoongi terhadap musik tidak bisa diragukan lagi.

Sementara alunan nada dan melodi dimainkan, tak sengaja Jimin melihat notifikasi email yang muncul di bagian kanan bawah layar laptop Yoongi. Sebuah email yang sama, dengan yang ia lihat saat memeriksa form claim PDF beberapa bulan yang lalu.

Form dari seseorang di balik akun Leo yang selama ini dia cari.[]