The Case [70]
Suara pintu yang dibuka dari luar membuat Yoongi mengalihkan tatapannya dari sang tersangka. Matanya mengikuti ke mana arah Jimin melangkah sebelum lelaki itu duduk tepat di sampingnya.
Hari yang melelahkan bagi mereka untuk menginterogasi si tersangka dari kasus pemain baseball Red Tiger. Tersangka kedua dari kasus ini, yang adalah sang pelapor pertama keadaan mayat si korban yang berada di kamar mandi wanita di dalam stadion.
Jo Hongchul, pelatih dari White Puma. Lawan tim Red Tiger pada hari itu.
Yoongi menyalakan kamera dan semua peralatan yang ada di ruang itu dengan segera. Tangannya bergerak membuka beberapa berkas yang ia bawa dari hasil laporan yang diberikan tim mereka, dan membacanya sekilas untuk kembali membuka pikirannya mengenai kasus ini.
“Jo Hongchul-ssi,” ucap Yoongi pelan. Mata kucingnya menatap lurus pada sang tersangka, sebelum ia melipat tangannya di atas meja dengan tenang. “Anda pelapor pertama kasus di hari itu. Kasus batter dari tim Red Tiger yang meninggal di dalam toilet wanita.”
Sementara Yoongi menjeda ucapannya sesaat, tak ada suara lagi yang menemani heningnya ruangan itu. Jimin di sana yang merasa sedikit mengantuk karena menjaga Yoa semalaman pun ikut diam sebab butuh waktu lebih untuk menjalankan sel otaknya yang macet.
Sial, menyebalkan sekali kalau performanya dalam menangani sebuah kasus menurun seperti ini. Rasanya begitu mengganggu.
“Di hari itu, apa yang Anda lakukan?”
“Tidak ada. Saya hanya tidak sengaja melewati kamar mandi itu.” Hongchul menjawab pertanyaan yang Yoongi lontarkan dengan yakin dan tegas. Tatapannya diarahkan datar menatap kaca dua arah yang terdapat di dalam ruangan itu. “Saya tidak bersalah, bukankah sudah cukup?”
“Jo Hongchul-ssi.” Jimin membuka suaranya sembari membuat deretan satu garis lurus oleh beberapa foto hasil rekaman CCTV di atas meja. Tangannya menunjuk satu objek yang terlihat samar tercetak di dalam selembar kertas itu dengan tenang. “Berdasarkan kesaksian dari tim White Puma, Anda berulang kali keluar masuk arena permainan dan berjalan ke arah stadion.”
Hongchul mendesis pelan, sembari Jimin yang menunjukkan senyum tipis bermaksud untuk meminta izin melanjutkan penjelasannya. “Di dalam foto ini, Anda terhitung selama lima kali keluar masuk toilet wanita yang ada di dalam stadion. Namun, pada akhirnya pilihan Anda terjatuh pada toilet paling ujung, dan—”
Jimin mengeluarkan foto terakhir dari kantung jasnya. Membuat Yoongi menunjukkan senyum tipis sebab ia tahu lelaki di sebelahnya ini telah bekerja dengan keras mengumpulkan semua bukti yang bisa lelaki itu dapatkan.
Jimin yang adalah seorang pekerja keras selalu tampak menarik di matanya.
“Anda menutupi lensa pada CCTV di depan toilet tempat kejadian perkara dengan lakban hitam. Tidak lupa dengan sarung tangan yang juga Anda pakai pada hari itu, terbuang di dalam salah satu tempat sampah yang ada di stadion.” Kembali Jimin membenahi duduknya menjadi lebih tegap dari posisi sebelumnya. Senyum pada bibir plumpnya merekah, berusaha menunjukkan sisi paling ramah yang ia miliki. “Kami ulangi, apa yang Anda lakukan pada hari itu?”
“Saya tidak bersalah.”
“Jo Hongchul-ssi—”
“Punya bukti jika saya yang melakukan hal tersebut? Bukannya kepolisian dan tim forensik sama sekali tidak menemukan sidik jari apa pun kecuali sidik jadi dari korban?”[]