Hatsukoi [35]
Rasa debaran yang begitu kentara kini secara nyata hadir di dalam dadanya. Beberapa kali pipinya memanas bahkan memerah hingga nampak seperti saus sambal yang dihinggapi seekor lalat di depannya.
Entah bagaimana akhirnya ia bisa berakhir di dalam warung mi ayam dekat kampusnya bersama Yoongi. Iya, Min Yoongi, si bassist band 'The Madolz' yang begitu eksis dan dikenal seantero kampus. Begitu juga pria itu yang dijuluki sebagai rajanya cuek entah berasal dari mulut siapa awalnya.
Jimin semakin menundukkan wajahnya saat Yoongi datang membawa dua porsi mi ayam bakso dan mi ayam pangsit yang katanya enak. Yah, di sini dirinya hanya mengikuti alur yang dibuat oleh pria itu.
Diam-diam matanya mengikuti arah Yoongi yang duduk tepat di depannya sembari menggendong tas gitar bass kesayangan pria itu. Gerakannya begitu natural dan lembut hingga Jimin tidak bisa sedikitpun mengalihkan pandangannya.
Tampan. Ternyata memang benar jika kakak tingkatnya itu dilihat dari dekat, perawakannya akan terlihat lebih jelas lagi. Apalagi aura kewibawaan seorang pemusik handal yang sangat kental kini sedang Jimin rasakan.
Jimin mengalihkan pandangannya saat hampir saja dirinya dipergoki menatapi pria itu sedari tadi. Kini tangannya mengistirahatkan tas ransel hitam yang sedari tadi ia bawa di bagian kosong yang tepat berada di sebelahnya, tangan kanannya secara perlahan meraih sendok serta sumpit yang akan ia pakai untuk makan.
Oh, alis tebalnya mengerut tidak senang saat mendapati menu yang ia dapat adalah mi ayam pangsit. Hanya... bukan seleranya.
Tentu ia juga lupa bahwa yang memesankan makanan ini adalah Yoongi, bukan Jungkook atau Taehyung yang sangat mengerti akan hal yang dirinya sukai mau pun tidak.
Ah, bagaimana ini? Juga ia tidak ingin membuang makanan begitu saja.
“What's wrong, Jimin?”
“Itu...” Kepalanya begitu pusing memikirkan perdebatan perihal jawaban apa yang akan ia berikan di depan Yoongi. Melihat pria itu terlalu baik, membuatnya tidak ingin mengecewakannya. “Gue, gak terlalu suka mi ayam pangsit. Tapi gapap-”
“Bilang dong. Sini, tuker sama punya gue aja. Belum gue makan, kok.” Yoongi yang melihat Jimin sama sekali tidak bergerak dari posisi awalnya pun segera menukar mangkuk mereka dengan cepat. Mi ayam bakso untuk Jimin, dan mi ayam pangsit untuk dirinya. Pun senyum gusi juga turut hadir menghiasi wajahnya yang sering dijuluki sebagai si jutek dan cuek oleh anak kampus.
Sementara Jimin yang baru saja kembali dari langit ketujuh, hanya menundukkan wajahnya sembari melahap makanan yang tersaji di depannya dengan lahap. Bahkan begitu lahap hingga membuat pipinya menggembung lucu.
Memang, makanan traktiran itu selalu lebih enak dari makanan biasanya.
Jimin meneruskan acaranya makannya tanpa mengindahkan tatapan Yoongi yang sedari tadi terpaku pada sketchbook yang ia simpan ke dalam tas. Bahkan dirinya juga melewati bagaimana berbinarnya tatapan Yoongi ke arah benda berukuran A4 itu.
“Gue penasaran,” ucap Yoongi sembari memangku dagu dengan tangan kirinya. Mata kucing itu difokuskan menatap benda yang tersembunyi di dalam tas ransel Jimin yang mencuat kecil seperti mencari atensi. “Penasaran sama isi sketchbook lo. Kata Jungkook, gambaran lo bagus-bagus.”
Jungkook dan mulut lemesnya yang begitu sial. Masa iya lelaki itu tidak tahu jika selama ini yang memenuhi sketchbook miliknya hanyalah gambaran figur seorang Yoongi?
Yang benar saja.
“C—cuma kumpulan sketsa kecil kok, kak. Gak penting, jelek, hehe.”
“Still, sketsa awal itu juga isinya tentang pemikiran yang lo curahkan semuanya di sana. Mau hasil awalnya jelek atau belum sempurna pun wajar, karena itu cuma pemikiran awal dan penuangan ide, belum hasil final yang sudah disempurnakan sebelumnya.” Yoongi menjawab sembari memasukkan pangsit ke dalam mulutnya dengan tenang. Tidak mengacuhkan bagaimana terpananya ekspresi yang kini Jimin tunjukkan. “Dan lagi, gak ada yang namanya sebuah karya seni itu jelek dan gak penting. Semua karya itu sama bagus dan penting dengan pesonanya sendiri-sendiri.”
Hah.. bisa-bisanya ia akan jatuh cinta untuk ke sekian kalinya. Memang, Min Yoongi dan seribu pesonanya yang menakjubkan.[]