Hatsukoi [241]

“Gue kira lo gak bakal dateng—ADAH! Sakit tau,” adu Yoongi saat Jimin menekan sudut bibirnya yang terluka dengan kapas. Ya, benar, pada akhirnya Jimin memutuskan untuk menghampiri saung tempat favorit mereka berdua sembari membawa kotak P3K seperti yang sudah diucapkan oleh Yoongi sebelum itu.

Tepat setelah acara menghajar Hoseok yang menjadi tontonan kampus selesai, pria itu langsung pergi ke tempat yang ia janjikan di awal. Meskipun tak menaruh harap jika Jimin akan datang di hadapannya.

Tentu, sudah sekian lama mereka tak berkomunikasi baik secara langsung mau pun via chatting. Bahkan Yoongi sempat mengira jika Jimin membenci dan menjauhinya, walaupun ia tak tahu menahu perihal salah apa yang telah dirinya buat.

Juga karena mereka sudah sekian lama tidak bertemu, tentu menghadirkan atmosfir yang dipenuhi rasa canggung. Bahkan hanya sekadar ingin membuka mulut saja pun rasanya ragu.

“Lo ngapain berantem kalo tau bakal kalah, kak?”

“Gapapa, kesel aja,” jawab Yoongi enteng. Senyum yang terlukis di wajahnya terlihat begitu miris dengan keadaannya saat ini. Bersimpati dengan diri sendiri yang terlihat sangat kacau adanya. “Hoseok brengsek, dia buat gue jauh sama Kak Seokjin, sekarang mau buat lo jauh dari gue.”

Oh? Yoongi sudah tahu semuanya? Yang bahkan Jimin saja baru tahu beberapa hari yang lalu meski hanya berupa sebuah dugaan semata.

“Dia yang fitnah gue selingkuh dari Kak Seokjin, dia juga yang fitnah Kak Seokjin selingkuh dari gue. Bangsat, kan?” Yoongi menjeda ucapannya sejenak hanya untuk mengambil napas sebab amarahnya melambung tinggi hanya dengan memikirkan temannya itu. “Gue gak tau apa aja yang dia bilang ke lo tentang gue, tapi tadi dia sempat nyinggung tentang lo.”

“Kak Hoseok bilang apa ke lo?”

“Tentang sebentar lagi lo bakal jadi milik dia lah, tentang lo yang udah benci sama gue lah, berengsek,” marah Yoongi dengan emosi yang menguar dari mata tajamnya. Juga tak luput tatapan kecewa yang Jimin tangkap sekilas dari sana.

Pun dirinya sama dengan Yoongi. Marah, kecewa, serta sedih yang bercampur menjadi satu. Jika dirinya yang baru dua tahun mengenal Hoseok dengan baik saja sudah merasakan sakit, apalagi dengan Yoongi yang sudah mengenal pria itu sampai tiga tahun lamanya.

Pedih rasanya, saat bertengkar hebat dengan teman dekat hanya karena perihal cinta. Entah kenapa, mencintai seseorang harus serumit ini.[]