Hatsukoi [16]

Pada akhirnya, Jimin secara 'terpaksa' makan siang bersama anggota The Madolz serta Hoseok yang entah kenapa tiba-tiba saja lebih sering bergaul dengan band kampus crushnya itu. Kini dirinya pun menghabiskan bakso Pak Dharmo yang menjadi makanan kesukaannya jika makan siang di kampus dengan sabar. Satu persatu pentolan dimasukkan ke dalam mulutnya tidak lupa dengan kuah berbumbu yang ia seruput secara perlahan.

Sedari tadi dirinya hanya diam membatu, tanpa berniat membalas atau mengikuti percakapan yang sedang berjalan di antara teman-temannya. Mungkin, lebih tepatnya ia hanya sedang menyembunyikan ekspresi malu serta wajah panasnya sebab posisi duduknya yang saat ini bersebelahan dengan Yoongi.

Sebuah kejadian yang amat sial, namun sekaligus sebuah kejadian yang membuat jantungnya berdebar senang.

Sungguh, menghirup aroma maskulin serta lembut yang menguar dari tubuh seorang Min Yoongi sangatlah berbeda dari hanya menonton saat pria itu sedang perform. Ditambah suara tawa rendahnya yang kini Jimin dengar secara langsung dan sangat dekat. Tidak lupa sikutnya yang beberapa kali bersentuhan dengan sikut Yoongi saat ia bergerak menyamankan diri untuk duduk di atas bangku plastik itu.

Sial, wajahnya semakin memanas.

“Daritadi lo gak ngomong apa-apa. Lo sakit, ya?” Suara rendah dengan intonasi pelan mengalir memasuki telinga kanannya. Suara berat dan manis Yoongi membuat Jimin bergidik pelan saat sang senior berbicara kepadanya, serta aroma khas tubuh Yoongi semakin kental terhirup oleh hidungnya saat pria itu semakin mendekatkan diri ke arahnya.

Sial betul. Bahkan dari sini Jimin bisa mendengar bagaimana Jungkook berdeham main-main bermaksud menggoda dirinya karena posisinya saat ini begitu 'dekat' dengan Yoongi.

“Gue.. gapapa, kok,” jawab Jimin dengan suara pelan nan rendah yang ia tahan agar tidak gemetar. Berulang kali tangannya meremat sendok yang ia pakai untuk melahap baksonya guna menahan getaran di dadanya yang semakin menjadi.

“Kak, Jimin tuh sebenernya Au-” Taehyung menjeda kalimatnya saat melihat tatapan tajam yang dilemparkan oleh Jimin saat lelaki itu mendengar sahabatnya mengatakan 'profesi' keramatnya. Satu hal yang ia tidak ingin Yoongi atau siapa pun tahu selain sahabatnya.

Alis Jimin menukik tajam dengan dahi berkerut dalam sembari bibirnya mengucap sumpah serapah tak bersuara yang ditujukan untuk Taehyung. Lelaki itu berusaha membuat Taehyung menutup mulutnya agar 'pekerjaan' Jimin tidak terbongkar.

“Au, apa?”

“A... nu, gak jadi kak.” Taehyung mengalihkan pandangannya ke arah lain asal tidak menatap kedua mata Jimin yang masih menatapnya setajam pisau daging. Bahkan kini bulu kuduknya sedikit merinding selama beberapa saat sebelum Jimin kembali melahap semangkuk baksonya dengan tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Sementara Yoongi di sana hanya tertawa canggung tanpa tahu ketegangan apa yang barusan dilewati oleh Taehyung.

Yah, setidaknya hari ini ia masih 'aman'.[]