Cliche [67]
Suasana di dalam mobil sedan terbaru keluaran Jerman itu terasa kaku meski radio menyanyikan beberapa lagu dengan volume normal. Tangan Jimin diletakkan di atas kedua pahanya, sementara tangan Yoongi tetap pada fokusnya untuk mengendalikan setir mobil.
Jimin pun di sana hanya duduk diam, tenggelam dalam pikirannya perihal hari ini yang ternyata jauh lebih baik dari yang ia bayangkan. Pikirannya melayang bagaimana baiknya Yoongi yang bersedia membayarkan makanan mereka malam itu, bahkan kini pria itu juga mengantarnya pulang dengan aman.
Min Yoongi yang ia bayangkan, tentu jauh berbeda dengan Min Yoongi yang sekarang berada di kursi pengemudi.
Beberapa kali Yoongi menolehkan kepalanya singkat untuk memeriksa keadaan Jimin saat itu, berulang kali juga Yoongi berdeham singkat seperti berusaha menghilangkan segala rasa canggung yang ada di antara mereka. Jari jemari panjang pria itu mengetuk-ngetuk setir dengan pelan, sembari ikut menyenandungkan beberapa nada dari lagu yang ia tahu.
“Terima kasih banyak untuk hari ini, Yoongi.” Suara lembut Jimin mengalun indah disertai dengan senyuman lembut meneduhkan hati. Yoongi yang memperhatikan ekspresi lelaki itu pun turut bersemu merah dengan jantungnya yang berdegup semakin cepat di dalam sana.
Yoongi menarik napasnya dalam, sebelum menganggukkan kepalanya singkat sebagai tanggapan untuk ucapan Jimin sebelumnya. Heran, kini dirinya yang terlihat salah tingkah di depan lelaki itu.
“Aku yang harusnya berterima kasih, karena kamu bersedia meluangkan waktumu untuk makan malam bersamaku.”
“Karena kamu juga, there's a lot of fun today.”
“Hah... tapi aku merasa gagal karena restoran yang harusnya kita tuju hari ini sedang direnovasi.” Yoongi menghela napasnya berat serta berucap dengan nada merajuk yang sangat kentara. Sontak hal itu membuat Jimin tertawa pelan.
“Shabu-shabu is not that bad, tho. Yang paling penting itu waktu yang diluangkan bersama di dalamnya.” Jimin menjeda ucapannya sebelum menolehkan kepalanya kembali ke arah Yoongi. “Mau bagaimana pun, I still have a lot of fun today, dan itu karena kamu.”
Yoongi tersenyum tipis sembari menahan dirinya untuk menjadi gila karena kalimat yang dilontarkan oleh Jimin barusan. “Iya, now let me drive you home, pretty lil angel.”
Hari yang cukup menyenangkan dengan kesan masing-masing yang tentunya berbeda. Namun, harapan mereka tetap satu, yaitu berharap agar nantinya hal seperti ini bisa terulang kembali. Saling berharap dalam diam, agar hubungan mereka menjadi erat untuk ke depannya.[]