CLBK Kost [EPILOGUE]

Sumpah dan janji telah diucapkan, suara tepuk tangan dari keluarga dan ketiga teman dekatnya menyapa pendengaran mereka. Angin London pada sore itu berhembus hangat menerpa wajah mereka, menyapu pipi kemerahan dua insan yang tengah dimadu cinta.

Yoongi meraih pinggang Jimin, merangkulnya mendekat hingga dada mereka saling bersentuhan. Jimin semakin memerah malu, sementara Yoongi menempatkan tangannya dengan nyaman memegang sisi wajah Jimin yang terasa begitu lembut.

Yang lebih tua mendekatkan wajahnya ke arah wajah seseorang yang kini telah resmi menjadi suaminya, pasangan sehidup sematinya. Bibir tipis itu memagut bibir yang lebih tebal dengan lembut, menyalurkan perasaan yang ia rasakan sejak dulu. Tanpa nafsu, hanya murni berlandaskan sebuah perasaan suci yang tidak pernah hilang.

“I love you, husband.” Terakhir, Yoongi mengecup manis pipi gembil Jimin, menghadirkan tawa kecil di antara mereka berdua.

Betapa indah momen yang mereka idamkan sedari dulu. Setelah melewati berbagai cobaan hingga masalah, kini sukses mereka buktikan kepada dunia jika mereka pantas untuk bersama.

Yoongi membawa Jimin turun dari sana, tangannya tidak berpindah dari pinggang sempit sang terkasih. Ia memutuskan untuk turun dan menyapa para tamu yang mereka undang. Tidak banyak, hanya sekitar teman seperjuangannya yang telah membantu saat susah dulu.

Apalagi Brian, orang yang pernah ia tonjok dua tahun lalu hanya karena cemburu.

“Gue sama Jimin, Brian sama Jessica, Taehyung sama Jungkook. Yeonjun kasian datang sendiri.”

“Soobin hari ini lomba debat, yaudah gue dateng sendiri.” Yeonjun menjawab malas sembari meraih satu buah stroberi sebelum mencelupkannya ke dalam air mancur cokelat dan melahapnya. Sementara teman-temannya yang lain hanya tertawa sembari menggoda lelaki yang lebih muda dari mereka itu dengan riang hati.

Satu tahun setelah Yoongi lulus diikuti kelulusan Jimin tidak lama kemudian, sebagian besar penghuni kost-an CLBK Kost memutuskan untuk pindah dari sana, termasuk Brian. Kini kost-an itu diisi oleh teman Yeonjun, mau pun adik tingkat di bawahnya.

Kost-an yang penuh akan cerita mereka itu tetap hidup seperti awalnya. Mereka pergi dengan meninggalkan kesan dan pesan yang nantinya akan dikenang seiring umur bertambah.

“Gue sama Jungkook bentar lagi nyusul Brian sama lo nih. Anak kecil gak usah diajak.” Taehyung menjulurkan lidahnya menggoda Yeonjun.

Sekali lagi tawa hangat memenuhi atmosfir pada hari itu. Hari yang begitu bahagia seperti saat pertama kali Yoongi meminta Jimin untuk menjadi kekasihnya.

“Yoongi, selamat ya. Lo gak usah cemburu lagi kayak dulu. Jaga Jimin, ya. Jimin lo juga jaga Yoongi.” Brian menepuk bahu Yoongi dan Jimin secara bersamaan, sementara kedua mempelai yang tengah berbahagia pada hari itu hanya saling menatap haru antar satu sama lain.

“So, now I really tell the world that we meant together.”

“Yeah, even if the world won't listen to you, I'll fight the fuckin' world with you.” Jimin menyandarkan kepalanya ke atas bahu Yoongi, menumpukan seluruh bobot tubuhnya kepada sang terkasih. Berusaha mengabaikan wajahnya yang memerah karena terus-terusan digoda oleh teman-temannya.

Satu lagi cerita yang berakhir bahagia namun terdapat berbagai duri di dalamnya yang dilewati dengan susah payah. Ya, cerita bahagia di novel mana pun tak semuanya berjalan mulus, kan?

Karena pada dasarnya bahagia bukan hanya tentang bahagia semata. Namun terdapat berbagai perjuangan di dalamnya, terdapat berbagai usaha yang dikerahkan begitu keras untuk satu sama lain.

CLBK Kost, full.[]