CLBK Kost [57]
Hari Senin di kota Jakarta. Termasuk salah satu hari yang cukup padat. Merupakan hari yang menjadi awal dimulainya minggu baru setiap tahun.
Terpantau warga di sekitaran Jalan Kamboja itu pun juga ikut terburu-buru mengejar jam kelas atau pun jam kerja. Keadaan sangat ramai, termasuk keadaan di dalam kost-an khusus laki-laki yang menjadi tempat hunian baru Jimin setelah pindah dari kost-an lamanya.
“Taehyung! Lo berak lama banget anjing, berak atau lagi bikin keluarga baru sih?! Bimbingan gue jam sembilan bangsat.”
Brian menggedor-gedor pintu kamar mandi yang terbuat dari bahan seng itu dengan kencang. Namun Taehyung yang berada di dalamnya hanya mendengus kencang dan lanjut untuk meminta Brian bersabar menunggu dirinya selesai di dalam sana.
Beruntung Jimin sudah lebih dulu mandi dari subuh. Dibilang rajin, tidak juga. Mungkin pengalamannya di kost-an sebelumnya sudah cukup memberinya pelajaran berharga yang bisa dipetik dan diterapkan di kemudian hari.
Yoongi meledek Brian sembari menuntun motor matic nya keluar kost-an. Bagi dirinya yang jarang mandi meski ada urusan di kampus hal berbagi kamar mandi tidak pernah ia alami.
“Ini motor lo pas di Surabaya, kan?”
“Iya. Tapi secara teknis emang ini motor punya keluarga gue yang di Jakarta.”
Jimin hanya ber-'oh' ria. Tubuhnya di sandarkan ke gerbang kost-an, tangannya dilipat di depan dada sembari memperhatikan Yoongi yang ternyata juga sedang menatap heran dirinya yang hanya diam disana.
Beberapa menit berlalu, hingga akhirnya Jimin berdecak sebal. Terlampau kesal dengan Yoongi yang sangat tidak peka.
“Helm-nya mana anjing? Lo mau kepala gue potel di jalan?”
“Lah, helm-nya udah lo pake dari tadi bangsat? Kepala lo mati rasa apa gimana.”
Sontak Jimin meraba bagian kepalanya. Benar saja, helm-nya sudah ia pakai. Bagaimana bisa dirinya tidak menyadari hal itu sedari awal.
Jimin yang dipenuhi rasa malu itu pun segera berjalan mendekati Yoongi yang sudah siap di atas motornya. Perlahan naik ke atasnya, sembari menyembunyikan wajahnya yang memerah malu.
Malu men, serius.
“Makanya lain kali kepalanya diraba dulu, dek.”
Yoongi menggoda Jimin sesaat baru menjalankan motornya keluar komplek. Menuju ke jalan raya guna mengantar Jimin terlebih dahulu ke kampusnya.
Macet. Khas kota Jakarta sekali. Jam kerja yang mepet dengan jam belajar pun menjadi salah satu faktornya. Apalagi dengan berangkatnya orang-orang secara bersamaan.
Beruntung mereka berangkat lebih pagi sebab sudah mengira akan macet seperti biasa. Ya, tidak apa lah. Yoongi justru senang karena bisa berduaan lebih lama dengan sang mantan.
“Kok motornya lo bawa lagi sih? Gue kira lo tinggal di Surabaya.”
“Biar kalo lagi naik motor, berasa boncengan sama lo.”
“Dangdut lo anjing.”
“Jangan dangdut, nanti gue jadi Rhoma Yoongi bukan Min Yoongi.”
Jimin tertawa lepas mendengar gurauan yang Yoongi lontarkan barusan. Lelaki itu tertawa puas sembari menyandarkan kepalanya di bahu yang lebih tua.
Menghirup aroma tubuh Yoongi disana yang masih tetap hadir meskipun pria itu belum mandi sekali pun. Heran juga sih, bisa-bisanya pria itu tetap harum semerbak.
Ya lumayan lah, setidaknya harum pria itu bisa mengalahkan bau asap knalpot dari kendaraan yang menghimpit mereka. Juga beruntung gurauan Yoongi bisa menghilangkan hawa panas yang di timbulkan dari panas mesin kendaraan. Beruntung pagi itu mereka berangkat bersama.[]