CLBK Kost [17]

Yoongi membuka pintu kamarnya untuk melihat keadaan sekitar di lantai tiga itu secara diam-diam. Sudah jam sebelas malam, harusnya orang-orang telah masuk dalam dunia mimpinya masing-masing. Ya, betul sih. Namun, dengan keadaan kost ini yang semua individunya berstatus mahasiswa, jam sebelas malam lebih terlihat seperti jam sebelas pagi.

Ia melangkahkan kakinya keluar kamar, lalu melihat ke lantai bawah. Bisa dilihat Brian yang sedang mengerjakan skripsinya, beserta Taehyung disana sedang bermain gitar.

Pemandangan yang sudah biasa. Bahkan ia tahu jelas posisi Yeonjun saat ini pasti sedang bermain ps di kamarnya.

“Hei?”

Yoongi menyapa Jimin yang sedang menyandar di pembatas kayu lantai tiga. Lelaki itu terlihat sedang melamun, memperhatikan kegiatan di bawah sana.

Sontak Jimin yang mendengar sapaan itu pun menolehkan kepalanya kearah Yoongi. Menatap Yoongi sepersekian detik baru kembali mengalihkan tatapannya ke lain arah.

“Kok lo belum tidur?”

“Gabut.”

Jimin menjawab singkat pertanyaan Yoongi. Tangannya dilipat sebelum menaruh dagunya diatas sana.

“Gimana? Definisi tetangganya udah ketemu?”

Yoongi berucap sembari tertawa pelan. Membuat Jimin menatap seseorang yang pernah mengisi hari-harinya itu dengan kesal.

“Orang yang tempat tinggal atau rumahnya berdekatan.”

“Menurut gue ya, kost-an juga disebut ber tetangga. Lagian kalo bukan tetangga mau lo sebut apaan, aliansi?”

Jimin tertawa pelan mendengar candaan yang dilontarkan oleh Yoongi. Malu juga sejujurnya karena ketahuan mencari hal-hal tidak penting lewat internet.

Hening kembali menemani mereka berdua. Jarak yang berjauhan sekitar tiga jengkal, pandangan yang sama-sama diarahkan ke bawah. Entah apa yang ada pada pikiran masing-masing.

Mungkin ada rasa sesal menyebut kata putus ketika dulu, atau rasa senang dengan hanya berdekatan seperti saat ini.

“Udah malem gini masih pada aktif ya.”

“Iya, biasa sih ini. Apalagi malam-malam sebelum UTS.”

Jimin ber-'oh' kecil mendengar penjelasan yang lebih tua. Kembali menenggelamkan dirinya di dalam lipatan tangan.

“Ji, gue kangen lo.”

Kedua manik mata mereka bersitatap. Menghantarkan aliran listrik yang menimbulkan rasa geli pas masing-masing individu.

Jimin mengalihkan wajahnya kearah lain. Menolak membalas tatapan Yoongi yang terlihat penuh dambaan dan rasa rindu terhadap dirinya.

“Bang Yoongi! Turun sini woi!!”

“Berisik tolol, gue lagi skripsian.”

Taehyung ber-'hehe' ria menanggapi omelan yang dilontarkan Brian. Yoongi yang melihat itu pun menunjukkan senyum tipisnya.

Pria itu kembali melihat kearah sang mantan kekasih yang pernah mengisi hatinya. Ia menghela napasnya sejenak, sebelum menuruni tangga untuk bergabung bersama teman-temannya.

Kembali Jimin sendiri di lantai tiga. Mengamati Yoongi yang dengan santainya merebut gitar yang sebelumnya dipegang oleh Taehyung.

“Gue bahkan gak tau lo masih main gitar, kak.”

Tatapannya berubah sendu. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Entah kenapa.

“Gue juga kangen lo.”[]