23% [28]
“Ini kamu beli di mana?” Jimin menyelesaikan suapan terakhirnya sebelum kembali lanjut bergumam, “enak.”
Hari ini, tiba-tiba saja Taehyung menyodorkannya puding cokelat dengan lelehan topping rasa vanila di atasnya saat ia baru saja ingin beranjak pergi menuju kantin. Temannya ini langsung menarik tangannya begitu saja, menahannya pergi lebih jauh lagi dan langsung meletakkan kotak kecil yang di dalamnya terdapat makanan lunak itu.
“Di minimarket favoritnya Jungkook, aku belum terima kasih sama kamu, jadi aku belikan ini. Kamu kan suka cokelat.”
“Kukira aku dilupakan gitu aja sama kamu,” balas Jimin sembari tertawa pelan. Tatapannya diedarkan menelusuri seisi kelas, sampai akhirnya tepat terjatuh pada satu titik yang berada di depan kelas.
Tempat duduk Yoongi. Orang yang ia sukai.
Bahkan hanya dengan memikirkan namanya, langsung membuat jantung Jimin berdegup cepat. Wajahnya memerah sampai ke telinga, meski terlihat samar di bawah lampu kelas yang menyala terang.
“Kenapa kamu suka sama Yoongi?”
“Tiba-tiba banget.” Jimin berdesis pelan. Bibirnya mengerucut lucu, sembari berpikir mengenai hal apa yang membuatnya menjatuhkan hatinya telak pada salah satu teman kelasnya itu. “Suka gak harus ada alasan 'kan? Aku cuma suka dia gitu aja.”
“Dangdut,” ucap Taehyung sembari tertawa kencang. Beberapa saat lelaki itu sibuk tertawa sembari menepuk pelan punggung sempit milik Jimin, senang sekali dirinya menggoda lelaki itu. Lucu.
Namun, selanjutnya tawa Taehyung berhenti terdengar saat seseorang memanggil Jimin dari arah depan kelas. Jung Hoseok, berdiri di sana dengan senyum lebarnya yang terlihat secerah mentari pagi.
“Kenapa kamu gak ke kantin?” tanya si pria Jung. Ia duduk di atas meja milik Taehyung, mengabaikan raut kesal yang ditunjukkan oleh lelaki itu. “Eh? Aku ganggu pembicaraan penting, ya?”
“Ngga, cuma lagi ngomongin orang yang Jimin—”
“Aku dikasih puding cokelat sama Taehyung, udah kenyang. Makanya gak ke kantin.” Jimin memotong ucapan Taehyung sebelum temannya itu dapat membongkar semua rahasianya di depan Hoseok. Sungguh, karena yang mengetahui jika dirinya menyukai Yoongi hanyalah Taehyung seorang. Ia terlalu takut dinilai macam-macam oleh orang lain. “Lagian aku juga lagi males jalan jauh.”
Tepat setelah Jimin mengalihkan fokusnya dari kedua temannya itu, ia kembali melihat ke arah tempat duduk milik Yoongi. Hampir saja dirinya tersedak oleh air minumnya sebab menemukan Yoongi sudah duduk di sana sembari menatapinya.
Sembari. Menatapnya. Pria itu menatapinya dengan tatapan mata tajamnya yang sangat khas, tanpa mengucapkan satu patah kata pun.
Tidak lama kemudian, fokusnya kembali dialihkan oleh suara notifikasi yang berasal dari ponselnya. Yang menandakan jika ada pesan masuk dari seseorang pada aplikasi chatting yang sering ia gunakan.
Ada apa ini?[]